Sign up
Log in
Sepuluh Saham Berikut Masuk Top Losers Pekan Ini, FILM Merosot 47,38 Persen
Membagikan
Dengarkan Berita

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sepuluh saham dengan penurunan terbesar pada perdagangan pekan ini, yaitu periode 2-6 Maret 2026.

Deretan emiten dari berbagai sektor mengalami tekanan jual yang signifikan, sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencatat penurunan 7,89 persen ke level 7.585.

Peringkat pertama top 10 losers ditempati oleh saham PT MD Entertainment Tbk (FILM), terjun bebas sebesar 47,38 persen. Harga sahamnya anjlok dari Rp8.400 menjadi Rp4.420 per saham.

Untuk saham dengan pelemahan terbatas adalah PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) yang menyusut 30,95 persen ke Rp58 dari posisi pekan sebelumnya di Rp84.

Berdasarkan statistik BEI, Sabtu (7/3/2026), berikut adalah deretan 10 saham penghuni top losers sepekan:


1. PT MD Entertainment Tbk (FILM) merosot 47,38 persen ke Rp4.420.
2. PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO) menyusut 40,78 persen ke Rp167.
3. PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS) melemah 37,14 persen ke Rp176.
4. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) tergelincir 36,55 persen ke Rp1.250.
5. PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) tertekan 36,17 persen ke Rp300.
6. PT Pollux Hotels Group Tbk (POLI) terkoreksi 36 persen ke Rp960.
7. PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) melemah 34,58 persen ke Rp157.
8. PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) tergelincir 32,80 persen ke Rp125.
9. PT Indospring Tbk (INDS) turun 32,11 persen ke Rp835.
10. PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) menurun 30,95 persen ke Rp58.

(Febrina Ratna Iskana)

Disclaimer:Artikel ini mewakili pendapat penulis saja. Artikel ini tidak mewakili pendapat Webull, juga tidak boleh dipandang sebagai indikasi bahwa Webull setuju dengan atau mengkonfirmasi kebenaran atau keakuratan informasi.Seharusnya tidak dianggap sebagai saran investasi dari Webull atau siapa pun, juga tidak boleh digunakan sebagai dasar dari keputusan investasi apa pun.
What's trending
No content on the Webull website shall be considered a recommendation or solicitation for the purchase or sale of securities, options or other investment products. All information and data on the website is for reference only and no historical data shall be considered as the basis for judging future trends.