Sign up
Log in
Aksi Jumbo! Eco Energi Serok 4,5 Miliar Saham PACK
Membagikan
Dengarkan Berita

IDXChannel – PT Eco Energi Perkasa menambah kepemilikan saham PT Abadi Nusantara Hijau Tbk (PACK) melalui aksi pembelian sebanyak 4,5 miliar saham. Transaksi akumulasi tersebut telah dilaporkan pada 19 Februari 2026.

Dalam aksi tersebut, Eco Energi dibantu oleh BCA Sekuritas. Dengan penambahan saham ini, total kepemilikan Eco Energi di PACK meningkat signifikan menjadi 7,15 miliar lembar atau setara 50,77 persen dari total saham beredar.

Sebelum transaksi, Eco Energi tercatat memiliki 2,65 miliar saham atau setara 27,78 persen. Artinya, terjadi kenaikan kepemilikan sekitar 22,99 persen setelah aksi pembelian tersebut.

Meski demikian, detail harga pembelian, total nilai transaksi, serta tujuan dari aksi akumulasi saham tersebut tidak diungkapkan secara rinci dalam laporan.

Sebagai gambaran, jika mengacu pada harga penutupan saham PACK pada 19 Februari 2026 di level Rp218 per saham, maka nilai transaksi atas 4,5 miliar saham tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp981 miliar.

Berdasarkan data kepemilikan per 31 Januari 2026, struktur pemegang saham PACK terdiri atas Eco Energi Perkasa sebesar 13,32 persen, PO Susanto 6,65 persen, dan publik 80,03 persen. Dengan transaksi ini, posisi Eco Energi Perkasa kini menjadi pemegang saham pengendali di Abadi Nusantara Hijau.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Disclaimer:Artikel ini mewakili pendapat penulis saja. Artikel ini tidak mewakili pendapat Webull, juga tidak boleh dipandang sebagai indikasi bahwa Webull setuju dengan atau mengkonfirmasi kebenaran atau keakuratan informasi.Seharusnya tidak dianggap sebagai saran investasi dari Webull atau siapa pun, juga tidak boleh digunakan sebagai dasar dari keputusan investasi apa pun.
What's trending
No content on the Webull website shall be considered a recommendation or solicitation for the purchase or sale of securities, options or other investment products. All information and data on the website is for reference only and no historical data shall be considered as the basis for judging future trends.