Sign up
Log in
Mitra Adiperkasa (MAPI) Kantongi Laba Rp1,7 Triliun, Naik 31 Persen
Membagikan
Dengarkan Berita

IDXChannel - Emiten Grup MAP, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mencetak laba bersih Rp1,7 triliun hingga kuartal III-2025, atau naik 31 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,29 triliun.

"Kami menutup kuartal ini dengan pertumbuhan positif pada top-line dan bottom-line, mencerminkan relevansi brand MAP yang terus berlanjut, serta didukung oleh meningkatnya traffic pelanggan selama periode Back-to-School dan Hari Kemerdekaan," ujar VP Investor Relations, Corporate Communications, and Sustainability MAP Group, Ratih D. Gianda, dalam siaran pers, Jumat (31/10/2025).

MAPI juga membukukan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 8,8 persen YoY menjadi Rp30 triliun hingga September 2025. Laba kotor ikut meningkat dari Rp11,8 triliun menjadi Rp12,7 triliun, sementara laba usaha tercatat sebesar Rp2,5 triliun dengan EBITDA mencapai Rp3,4 triliun.

Khusus kuartal III-2025, pendapatan bersih MAPI tumbuh 8,9 persen YoY menjadi Rp10,5 triliun. Laba kotor tercatat sebesar Rp4,3 triliun dari Rp4,0 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba usaha meningkat 12 persen menjadi Rp864 miliar, dengan EBITDA mencapai Rp1,2 triliun. Laba bersih pada kuartal ini tercatat sebesar Rp558 miliar.

"Di saat yang sama, kami terus fokus pada peningkatan efisiensi operasional di seluruh lini Perusahaan, termasuk inventory management dan back-end process," tutur Ratih.

Per akhir September 2025, MAPI mengoperasikan lebih dari 3.800 gerai ritel di lebih dari 80 kota di Indonesia dengan lebih dari 150 brand dari department stores, sports, fashion, kids, food & beverage, hingga lifestyle.

Hingga Jumat (31/10/2025), saham MAPI turun 2,27 persen ke harga Rp1.290 dengan mencatatkan kenaikan 8,40 persen dalam sepekan dan masih tumbuh 13,16 persen dalam satu bulan.

(DESI ANGRIANI)

Disclaimer:Artikel ini mewakili pendapat penulis saja. Artikel ini tidak mewakili pendapat Webull, juga tidak boleh dipandang sebagai indikasi bahwa Webull setuju dengan atau mengkonfirmasi kebenaran atau keakuratan informasi.Seharusnya tidak dianggap sebagai saran investasi dari Webull atau siapa pun, juga tidak boleh digunakan sebagai dasar dari keputusan investasi apa pun.
What's trending
No content on the Webull website shall be considered a recommendation or solicitation for the purchase or sale of securities, options or other investment products. All information and data on the website is for reference only and no historical data shall be considered as the basis for judging future trends.