Sign up
Log in
IHSG Berpeluang Cetak Rekor Baru, Saham ASII-MNCN Layak Masuk Watchlist
Membagikan
Dengarkan Berita

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan penguatan hingga menembus level 7.833 pada perdagangan Rabu (13/8/2025).

Berdasarkan riset WH Project, penguatan ini merupakan kelanjutan dari konfirmasi pola inverted head & shoulders yang membuka peluang IHSG untuk mendekati rekor tertinggi (all time high) di level 7.910.

Pada perdagangan Selasa (12/8/2025), IHSG ditutup menguat signifikan 2,44 persen atau naik 185,78 poin ke posisi 7.791,70. 

Dengan jarak sekitar 200 poin dari level tertinggi sepanjang masa, pengamat pasar modal sekaligus Founder WH Project, William Hartanto menilai momentum positif masih cukup kuat.

“Bahkan dengan dukungan new blue chips, IHSG memiliki peluang besar untuk menembus level psikologis 8.000,” tulis William dalam riset hariannya, Selasa (12/8/2025).

Arus dana asing juga mencatatkan tren positif, dengan net buy mencapai Rp2,28 triliun pada perdagangan kemarin. Meski aksi beli asing ini dinilai sedikit terlambat, potensi kenaikan IHSG tetap terbuka lebar berkat dorongan saham-saham yang masih terdiskon atau belum mendapatkan momentum penguatan.

Saham-saham yang menjadi sasaran asing antara lain PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).

Berikut beberapa saham yang direkomendasikan secara teknikal hari ini:

  1. ALII, buy, support Rp565, resistance Rp610
  2. ASII, buy, support Rp4.870, resistance Rp5.150
  3. BBTN, buy, support Rp1.225, resistance Rp1.315
  4. MNCN, buy, support Rp264, resistance Rp276

(DESI ANGRIANI)

Disclaimer:Artikel ini mewakili pendapat penulis saja. Artikel ini tidak mewakili pendapat Webull, juga tidak boleh dipandang sebagai indikasi bahwa Webull setuju dengan atau mengkonfirmasi kebenaran atau keakuratan informasi.Seharusnya tidak dianggap sebagai saran investasi dari Webull atau siapa pun, juga tidak boleh digunakan sebagai dasar dari keputusan investasi apa pun.
What's trending
No content on the Webull website shall be considered a recommendation or solicitation for the purchase or sale of securities, options or other investment products. All information and data on the website is for reference only and no historical data shall be considered as the basis for judging future trends.