Key Takeaways:
STOCKSPLIT
Stock split adalah pemecahan saham sehingga jumlah lembar naik dan harga per lembar turun proporsional. Nilai perusahaan dan nilai portofolio secara ekonomi tidak berubah.
Kebalikannya dari Stocksplit adalah reverse stock split (penggabungan saham) mengurangi jumlah lembar dan menaikkan harga per lembar.
Tujuan Umum dari Stocksplit
Membuat harga per lembar lebih terjangkau, meningkatkan likuiditas, menyesuaikan rentang harga/tick size, dan memperluas basis investor.
Cara Kerja dan Tanggal Penting
Perusahaan ABCD umumkan akan melakukan stocksplit dengan rasio 1:5 (1 lembar lama menjadi 5 lembar baru) dengan tanggal-tanggal penting yang harus diperhatikan, seperti Cum Date, Ex Date, Record Date, Distribution.
Hal yang kamu harus perhatikan adalah kamu harus memastikan bahwa kamu memegang saham perusahaan ABCD sampai Cum Date.
Contoh perhitungan (stock split 1:5)
Kepemilikan awal: 2.000 lot saham ABCD pada harga Rp1.500 per lembar saham.
Rasio stocksplit adalah 1:5
- Jumlah saham: 2.000 × 5 = 10.000 lot saham.
- Harga teoritis: Rp1.500 ÷ 5 = Rp300 per lembar saham.
- Nilai portofolio:
Sebelum Stocksplit = 2.000 x 100 x 1.500 = Rp300.000.000
Sesudah Stocksplit ≈ 2.000 x 100 x 5 x 300 = Rp300.000.000